JAWA
Bahasa jawa adalah salah satu bahasa yang mengagungkan tingkatan (sepetahuan saya,
bahasa Sunda juga demikian, tapi tidak serumit bahasa Jawa). Secara garis besar, bahasa
Jawa dibagi dalam tiga tingkatan besar:
1. Ngoko (tingkatan terendah)
2. Madya (tingkat menengah); dan
3. Kromo (tingkat tertinggi).
Itu pun masih bisa dibali lagi dalam dalam sub tingkatan:
1. Andhap (rendah/kasar); dan
2. Inggil (tinggi/halus).
Tingkatan dan sub tingkatan tersebut menghasilkan kombinasi yang tidak sederhana, njelimet
dan sulit dipahami. Bahkan oleh orang jawa sekali pun.
Ngoko (kasar dan halus) biasanya dianggap sebagai bahasanya masyarakat umum, rendahan,
kuli, petani, atau paling banter antar teman karib (itu pun dianggap tidak pantas digunakan oleh
kaum ningrat). Kromo digunakan oleh kalangan yang dianggap memiliki kasta tinggi, terdidik,
pintar dan waskito. Macam keturunan ningrat, pamong de es be. Madya? Ya, di antara
keduanya. Penggunaan sub kategori kasar dan halus pada masing-masing tingkatan
memerlukan keahlian yang tidak sederhana.
Bahasa macam mana yang kita gunakan dalam menghadapi seseorang, menunjukkan siapa
diri kita. Golongan rendah, atau anak-anak muda harus menggunakan tingkatan bahasa yang
lebih tinggi kepada mereka yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya. Semakin tinggi orang
yang kita hadapi, semakin tinggi pula bahasa yang kita gunakan. Menghadapi golongan
tertinggi, si pengucap harus menggunakan bahasa level tertinggi pula, kromo inggil. Saya tak
tahu, apakah ada yang lebih tinggi dari itu. Sebaliknya, semakin tinggi derajat pengucap, dia
boleh menggunakan bahasa dengan tingkatan yang lebih rendah kepada lawan bicara yang
lebih rendah. Seorang yang berkedudukan tinggi, raja misalnya, boleh-boleh saja
menggunakan level bahasa mana saja yang dia mau. Terus terang, pada tingkat aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak menguasai. Saya termasuk golongan pengguna boso
Ngoko.
Orang jawa yang lihai berbahasa Jawa, terutama dalam tingkatan Kromo, dianggap sebagai manusia berbudaya dan berbudi luhur. Manusia yang tahu roso (halus perasaannya, hal yang sangat penting dalam budaya Jawa), dan bertata-krama. Mereka disebut "Wong Jawa sing njawani", orang Jawa yang hidup secara jawa. Dan itu sebuah kebanggaan tersendiri.
BATAK
orang batak suka berbicara keras (saya tidak setuju dengan kata kasar) adalah karena mereka asal tinggalnya di daerah pegunungan. di mana jarak antara rumah satu dengan yang lain lumayan jauh, dan untuk memanggil orang lain itu harus berteriak agar didengar dari jauh. Ketika berbicara dengan keluarga dirumah pun, nada tinggi tetap dikeluarkan karena kebiasaan. Nah kemudian kebiasaan ini yang dibawa sampai sekarang sampai pada jaman modern dan walaupun sudah tinggal di kota, karena mereka merasa dengan nada yang keras seperti itulah baru mereka puas berbicara, bukan sebenarnya mereka marah - marah. Dulunya pekerjaan orang batak juga kebanyakan menggembalakan ternak di padang gunung. sembari menunggu ternaknya makan rumput, waktu kosong mereka di isi dengan bernyanyi sekeras kerasnya, karena tidak ada siapa - siapa. mungkin itu juga yang membuat kebanyakan orang batak bagus untuk bernyanyi dan berani melancong dan hidup mandiri.
Tuesday, March 22, 2011
Tuesday, March 1, 2011
hubungan matematika dengan psikologi
psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku hidup manusia sehari-hari. baik secara fisik maupun secara batiniah...
kata matematika berasal dari bahasa yunani kuno yang berasal dari mathema. yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu, yang ruang lingkupnya menyempit. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis.
Matematka sangat penting memang dalam kehidupan sehari - hari. tidak menutup kemungkinan akan berguna juga dalam psikologi . Matematika menyatukan konsep, teori, dan aplikasi, serta perhitungan manual dan digital (komputerisasi), sebagai jawaban tantangan global, mewujudkan matematika sebagai teman yang akrab dalam hidup, dimanapun kita berada pasti matematika selalu diperlukan dan digunakan. Aplikasi matematika yang berhubungan dengan dunia psikologi adalah statistika. Statistika adalah cara ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran, dan penganalisisan data, serta penarikan kesimpulanyang valid berdasarkan penganalisisan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional. Data tentang suatu hal terdiri dari himpunan nila-nilai atau hasil pengamatan yang dicatat. Data-data tersebut di ambil dari suatu kumpulan atau subjek yang di teliti yang mewakili kelompok yang lebih besar yang mencangkup semua subjek yang ingin diteliti. Kelompok kecil yang mewakili keseluruhan subjek yang diteliti disebut sampel. Sedangkan keseluruhan subjek disebut populasi. Sedangkan yang akan diselidiki disebut objek dan yang memiliki sejumlah nilai disebut variabel. Jadi psikologi juga perlu mempelajari matematika dan statistika karena pengumpulan data itu sangat membutuhkan hitung-hitungan.
(sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-matematika-yang-berhubungan-dengan-dunia-psikologi/).
kata matematika berasal dari bahasa yunani kuno yang berasal dari mathema. yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu, yang ruang lingkupnya menyempit. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis.
Matematka sangat penting memang dalam kehidupan sehari - hari. tidak menutup kemungkinan akan berguna juga dalam psikologi . Matematika menyatukan konsep, teori, dan aplikasi, serta perhitungan manual dan digital (komputerisasi), sebagai jawaban tantangan global, mewujudkan matematika sebagai teman yang akrab dalam hidup, dimanapun kita berada pasti matematika selalu diperlukan dan digunakan. Aplikasi matematika yang berhubungan dengan dunia psikologi adalah statistika. Statistika adalah cara ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran, dan penganalisisan data, serta penarikan kesimpulanyang valid berdasarkan penganalisisan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional. Data tentang suatu hal terdiri dari himpunan nila-nilai atau hasil pengamatan yang dicatat. Data-data tersebut di ambil dari suatu kumpulan atau subjek yang di teliti yang mewakili kelompok yang lebih besar yang mencangkup semua subjek yang ingin diteliti. Kelompok kecil yang mewakili keseluruhan subjek yang diteliti disebut sampel. Sedangkan keseluruhan subjek disebut populasi. Sedangkan yang akan diselidiki disebut objek dan yang memiliki sejumlah nilai disebut variabel. Jadi psikologi juga perlu mempelajari matematika dan statistika karena pengumpulan data itu sangat membutuhkan hitung-hitungan.
(sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-matematika-yang-berhubungan-dengan-dunia-psikologi/).
Subscribe to:
Posts (Atom)